Kategori Smart Learning Center Kabupaten Kediri

Gerak Lurus merupakan materi yang mempelajari gerak suau benda yang memiliki lintasan lurus. Dalam pergerakannya, gerak lurus dibagi menjadi 2 yaitu gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB)

Gerak Lurus merupakan materi yang mempelajari gerak suau benda yang memiliki lintasan lurus. Dalam pergerakannya, gerak lurus dibagi menjadi 2 yaitu gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB)

Dengan mempelajari materi ini kalian akan dapat :

1. Menentukan rantai makanan

2. menentukan macam-macam simbiosis

pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran. Pajak digunakan sebagai instrumen untuk menarik dana dari masyarakat ke kas negara sebagai anggaran digunakan untuk membiayai jalannya pengeluaran rutin pemerintah dan pembangunan. Direktorat Jendral Pajak (DPJ) diberi amanah untuk mengemban tugas mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya. Pajak juga digunakan untuk mengatur kehidupan masyarakat, sebagai alat untuk mengatur perekonomian negara.

A. Pengertian Teks Drama

Teks Drama adalah sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog percakapan antar tokoh yang memuat sebuah tema khusus dan mempunyai jalan cerita.

B. teks Drama

Teks Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog percakapan antar tokoh yang memuat sebuah tema khusus dan mempunyai jalan cerita

C. Unsur Drama 

 Kita dapat dengan mudah mengha fal dengan singkatannTELUR SEKOTAK MANA  (tema, alur, setting, tokoh, watak,dan amanat)

1. Tema, yaitu ide/gagasan  utama dalam cerita

2. Alur, yaitu jalan cerita yang terbagi menjadi tiga, yaitu maju, mundur, campuran

3. setting/ latar, yaitu tempat, waktu dan suasana kejadian drama

4. Tokoh, yaitu pelaku dalam cerita drama

5.Watak/penokohan, yaitu penggambaran keadaan batin dan fisik tokoh sehingga dapat membedakan tokoh satu dengan yang lain

6. Amanat, pesan yang terkandung dalam drama

Berdasarkan penyajian kisah, drama dapat dibedakan menjadi 8 jenis, antara lain: 

1.   Tragedi: drama yang bercerita tentang kesedihan.

2.   Komedi: drama yang bercerita tentang komedi yang penuh dengan kelucuan.

3.   Tragekomedi: perpaduan antara kisah drama tragedi dan komedi.

4.   Opera: drama yang dialognya dengan cara dinyanyikan dan diiringi musik.

5.   Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dan dengan diiringi musik.

6.   Farce: drama yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya drama tersebut dagelan.

7.   Tablo: jenis drama yang lebih mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan suatu dialog, namun dengan melakukan berbagai gerakan.

8.   Sendratari: gabungan antara seni drama serta seni tari.

Berdasarkan dari sarana pementasannya, pembagian jenis drama antara lain: 


1.   Drama Panggung: drama yang sepenuhnya dimainkan dipanggung.

2.   Drama Radio: drama radio tidak seperti biasanya. Drama ini tidak dapat dilihat, tepai hanya dapat didengerkan oleh penikmatnya saja dengan melalui radio.

3.   Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, namun drama televisi tidak dapat diraba.

4.   Drama Film: drama film menggunakan media layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.

5.   Drama Wayang: drama yang diiringi dengan pagelaran wayang.

6.   Drama Boneka: para tokoh drama tidak dimainkan oleh aktor manusia sungguhan, tetapi digambarkan dengan boneka yang dimainkan beberapa orang.

Jenis drama berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan ada tidaknya naskah drama antara lain : 

1.   Drama Tradisional: yaitu drama yang tidak menggunakan naskah.

2.   Drama Modern: yaitu drama yang menggunakan naskah.


A. Pengertian Teks Drama

Teks Drama adalah sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog percakapan antar tokoh yang memuat sebuah tema khusus dan mempunyai jalan cerita.

B. teks Drama

Teks Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog percakapan antar tokoh yang memuat sebuah tema khusus dan mempunyai jalan cerita

C. Unsur Drama 

 Kita dapat dengan mudah mengha fal dengan singkatannTELUR SEKOTAK MANA  (tema, alur, setting, tokoh, watak,dan amanat)

1. Tema, yaitu ide/gagasan  utama dalam cerita

2. Alur, yaitu jalan cerita yang terbagi menjadi tiga, yaitu maju, mundur, campuran

3. setting/ latar, yaitu tempat, waktu dan suasana kejadian drama

4. Tokoh, yaitu pelaku dalam cerita drama

5.Watak/penokohan, yaitu penggambaran keadaan batin dan fisik tokoh sehingga dapat membedakan tokoh satu dengan yang lain

6. Amanat, pesan yang terkandung dalam drama

Berdasarkan penyajian kisah, drama dapat dibedakan menjadi 8 jenis, antara lain: 

1.   Tragedi: drama yang bercerita tentang kesedihan.

2.   Komedi: drama yang bercerita tentang komedi yang penuh dengan kelucuan.

3.   Tragekomedi: perpaduan antara kisah drama tragedi dan komedi.

4.   Opera: drama yang dialognya dengan cara dinyanyikan dan diiringi musik.

5.   Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dan dengan diiringi musik.

6.   Farce: drama yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya drama tersebut dagelan.

7.   Tablo: jenis drama yang lebih mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan suatu dialog, namun dengan melakukan berbagai gerakan.

8.   Sendratari: gabungan antara seni drama serta seni tari.

Berdasarkan dari sarana pementasannya, pembagian jenis drama antara lain: 


1.   Drama Panggung: drama yang sepenuhnya dimainkan dipanggung.

2.   Drama Radio: drama radio tidak seperti biasanya. Drama ini tidak dapat dilihat, tepai hanya dapat didengerkan oleh penikmatnya saja dengan melalui radio.

3.   Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, namun drama televisi tidak dapat diraba.

4.   Drama Film: drama film menggunakan media layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.

5.   Drama Wayang: drama yang diiringi dengan pagelaran wayang.

6.   Drama Boneka: para tokoh drama tidak dimainkan oleh aktor manusia sungguhan, tetapi digambarkan dengan boneka yang dimainkan beberapa orang.

Jenis drama berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan ada tidaknya naskah drama antara lain : 

1.   Drama Tradisional: yaitu drama yang tidak menggunakan naskah.

2.   Drama Modern: yaitu drama yang menggunakan naskah.

Materi Reguler

       1.  Pengukuran

                 Mengukur merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan.  Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, seperti tinggi badan, berat badan, dan umur.

2   Satuan

Satuan adalah ukuran dari suatu besaran yang digunakan untuk mengukur. Jenis-jenis satuan yaitu:

 

 

     a.   Satuan Baku

Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional atau disebut dengan satuan internasional (SI).
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:

   1.  Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
   2.  Sistem CGS (Centimeter Gram Second)

 

                         Tabel Satuan Baku

Besaran Pokok

Satuan MKS

Satuan CGS

Massa

kilogram (kg)

gram (g)

Panjang

meter (m)

centimeter (cm)

Waktu

sekon (s)

sekon (s)

Kuat Arus

ampere (A)

statampere (statA)

Suhu

kelvin (K)

kelvin (K)

Intensitas Cahaya

candela (Cd)

candela (Cd)

Jumlah Zat

kilomole (mol)

Mol

           

            b.  Satuan Tidak Baku

        Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan pada suatu wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.

 

3.  Dengan mempelajari satuan baku, dapat dilakukan konversi satuan, yaitu mengubah suatu satuan menjadi  satuan yang lain.

 

4.  Berbagai alat ukur yang sering  ditemukan di kehidupan sehari-hari, seperti timbangan pasar, neraca emas, meteran, penggaris, jam/arloji

 

Materi Remidial  :

Pengukuran merupakan bagian dari pengamatan

·      Pengukuran dapat dilakukan terhadap besaran benda-benda, tidak  hanya benda mati (misalnya, massa kelinci, panjang telinga kelinci suhu kelinci, dan lain-lain).

     Contoh bukan besaran IPA: cinta, keadilan, rasa sayang, dan lainlain.

·      Pengukuran merupakan proses membandingkan besaran dengan besaran lain yang sejenis sebagai satuan.

·      Hasil pengukuran: nilai (angka) dan satuan.

·      Satuan ada yang tidak terstandar, misalnya jengkal (dari jarak ujung ibu jari sampai dengan jari kelingking), depa (jarak ujung telunjuk tangan kiri sampai dengan telunjuk tangan kanan ketika tangan direntangkan ke samping kiri dan kanan), dan lain-lain.

      Untuk memudahkan berkomunikasi, satuan dibuat baku (standar), yakni dalam Sistem Internasional